Wednesday, January 1, 2020

CATATAN PERDANA


CATATAN PEZIARAHAN ILMIAH
Pengalaman Perjuangan Mendapatkan Beasiswa Pemerintah Rusia
(Tulisan perdana dari beberapa bagian)

"Hidup adalah perjalanan, memintasi ruang dan waktu--menyeberangi peristiwa-peristiwa hidup; berjalan bersama orang lain dan pada satu titik harus berpisah.
"Perjalanan hakikatnya adalah perjalanan jasmani dan batiniah mencari sesuatu yang dirindukan."

Ok, sementara cukup dengan kata-kata indah ini.  Ini adalah tulisan pertama dari blog yang baru saja saya buat beberapa hari yang lalu, dan ini adalah cerita perdana dari beberapa catatan pribadi saya selama menempuh proses perkuliahan di Federasi Rusia.  Silakan menikmati......

Bulan Agustus 2015 adalah awal dari "episode" hidup kami di negara Beruang Merah.  Saat itu, istri saya dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa Pemerintah Federasi Rusia.  Dalam surat  pengumuman penerimaan tersebut, istri saya diharuskan menempuh pelajaran di kelas persiapan Bahasa Rusia di Universitas Negara Republik Kalmykia di kota Elista (tentang kota Elista akan saya bahas sendiri dalam posting terpisah).

"Pokoknya, aku ngga mau pergi sendiri.  Kamu yang ngojok-ngojokin supaya aku ikut beasiswa.  Sekarang gimana?"  Pada periode selesi penerimaan 2015/2016 memang saya tidak ikut mendaftar, karena saya punya strategi yang berbeda.  Saya akan mendaftar pada program kelas persiapan dengan biaya sendiri, baru kemudian mengikuti proses seleksi tahun depan.  

Akhirnya setelah tanya sana-sini, berkirim e-mail, pihak Universitas Kalmykia bersedia menerima saya salam program kursus B-1 Bahasa Rusia yang dijalankan paralel dengan program persiapan istri saya.  Berbekal surat undangan yang saya terima dari Universitas Kalmykia dan Surat Penerimaan Beasiswa (istilah Bahasa Rusia: Napravleniye), saya mendatangi Bagian Pelayanan Konsulair--Kedutaan Besar Federasi Rusia yang terletak di Kuningan Jakarta Selatan (persis berada di seberang Pasar Festival) untuk memohonkan Visa.

Sebelum mendatangi Bagian Pelayanan Konsulair, saya sempat was-was, karena dari cerita para calon mahasiswa RI yang akan belajar di negara-negara Eropa Barat, Australia, Amerika, mereka harus menunjukan bukti deposit tabungan di bank-bank yang ditunjuk pemerintah.  

Tapi kekekhawatiran saya tidak terjadi.  Yang terjadi justru sebaliknya.  Proses permohonan visa dilakukan secara online.  Pelamar cukup datang ke Bagian Konsulair untuk membawa "print-out" formulir pendaftaran online, pas foto, paspor dan uang USD 50.  Tidak ada pertanyaan mengenai jumlah uang yang kami punya, penjamin, bahkan tidak juga kami ditanya mengenai tiket pesawat yang belum kami beli.  Setelah menunggu selama 2 minggu, akhirnya visa "single entry" berjangka waktu 3 bulan telah kami terima.

Setelah visa kami dapatkan, kami mulai proses persiapan keberangkatan, seperti membeli tiket, packing, beres-beres rumah (kan mau ditinggal lama); saya kembali membuka-buka buku pelajaran Bahasa Rusia zaman kuliah dulu.

11 Oktober 2015, kami mengucapkan "DA SVIDANIYA JAKARTA", selamat tinggal Jakarta, selamat tinggal rumah, keluarga besar, segala kenyamanan dan kemapanan.  Dengan menumpang pesawat Emirates kami terbang menuju Bandara Internasional Dubai untuk kemudian transit dan ganti pesawat menuju ke Domodedovo Moskow.


Setelah kurang lebih 16 jam penerbangan (12 jam penerbangan plus 4 jam waktu transit), kami mendarat di Bandar Udara Domodedovo.  Setelah melalui pemeriksaan paspor, kami melanjutkan perjalanan ke pusat kota Moskow dengan menggunakan layanan kereta bandara express "AERO-EXPRESS".  Sampai di stasiun KA Paveletskaya Moskow, kami ditemui oleh dua orang mahasiswa RI yang kuliah di Rusia.  

Sekitar jam 20.00, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Volgograd.  Lama waktu tempuh adalah sekitar 20 jam di kelas "KUPE". (mengenai moda transportasi kereta, akan saya uraikan dalam postingan selanjutnya).  

Tiba di Volgograd, kembali kami di jemput oleh beberapa teman mahasiswa RI.  Pun kami tidak lama di Volgograd, karena kami harus melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir kami yaitu Kota Elista yang berjarak sekitar 5 jam dari Volgograd.

Sekitar dini hari jam 1.00, disambut hawa dingin dan angin, kamipun tiba di Kota Elista.  Kami dijemput oleh salah seorang staff universitas dan segera dibawa ke Asrama Mahaiswa yang sudah disiapkan untuk kami.






No comments:

Post a Comment